
Beras Organik Sukorejo
Beras organik Desa Sukorejo merupakan produk unggulan petani lokal yang dibudidayakan tanpa bahan kimia, dipasarkan melalui kemitraan dan penjualan langsung ke berbagai kota, serta dikemas vakum untuk menjaga kualitas dan daya simpan.


Wedang Uwuh
Usaha wedang uwuh Bu Suroto bermula dari kebiasaannya membeli oleh-oleh, lalu berkembang menjadi produksi mandiri wedang uwuh dan jamunir sejak sekitar lima tahun lalu dengan racikan herbal alami yang diolah higienis dan tahan simpan. Produk dipasarkan lewat WhatsApp, marketplace, COD, dan reseller hingga menjangkau berbagai daerah di Indonesia, dengan harga terjangkau sesuai kemasan. Harga mulai dari Rp3.500 per bungkus dari produsen, Rp5.000 melalui aplikasi, dan Rp35.000 per boks isi sepuluh. Rp35.000.

Jamu Instan
Jamu instan khas desa wisata yang dikelola Bu Mira Astutik berkembang dari kebiasaan meracik rimpang kebun sendiri hingga menjadi produk siap konsumsi berbahan utama jahe, dengan beragam varian seperti jahe, kunyit asam, beras kencur, temulawak, dan JSR. Diproduksi secara rumahan bersama warga, jamu ini dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa dan luar Jawa, memiliki daya simpan 9–10 bulan, dengan harga terjangkau per kemasan yaitu dengan kisaran harga Rp25.000–Rp35.000 per setengah kilogram.


Keripik Tempe Sagu
Keripik tempe sagu Bu Sri Hartatik bermula dari upaya mengisi waktu luang yang kemudian berkembang menjadi usaha rumahan sejak 2015–2016, dengan produksi tradisional dari tempe sagu yang diolah menjadi keripik. Dipasarkan terutama di sekitar Desa Sukorejo untuk hajatan dan warung, produk ini menjadi sumber penghasilan keluarga dengan harga terjangkau per kilogram maupun kemasan kecil. Keripik tempe sagu ini dijual dengan harga Rp35.000 per kilogram, Rp18.000 untuk setengah kilogram, dan Rp9.000 untuk seperempat kilogram.



Kripik Tempe
Usaha rumahan Bu Anik Sulastri berkembang sejak 2015 dari belajar otodidak membuat keripik dan jajanan setelah berhenti bekerja di sawah, lalu dipasarkan dari mulut ke mulut hingga kini lewat WhatsApp dan Facebook. Produknya—seperti keripik tempe, aneka peyek, dan snack—telah menjangkau Sragen, Jakarta, hingga Kalimantan, dengan harga berkisar Rp40.000–Rp50.000 per kilogram.




Usaha trowolo Bu Rusmini merupakan UMKM turun-temurun sejak 2003 yang kini dikelola bersama kakaknya, memproduksi trowolo berbagai varian rasa dengan proses tradisional berbahan singkong. Dipasarkan ke pasar-pasar Sragen, pesanan hajatan, dan via WhatsApp, usaha ini rutin berproduksi dengan harga terjangkau per kemasan, menjadi bukti ketahanan UMKM Desa Sukorejo lintas generasi. Harganya terjangkau, yaitu Rp10.000 per seperempat kilogram, Rp20.000 per setengah kilogram, dan Rp40.000 per kilogram.
Trowolo

Kerajinan Kain Perca
Usaha rumahan Bu Yanti mengolah kain perca menjadi keset bernilai jual sejak sekitar lima tahun lalu, diproduksi bersama keluarga dan dipasarkan rutin ke Magetan, Ponorogo, hingga luar daerah, dengan harga terjangkau termasuk pesanan karakter khusus. Kreativitas ini dilengkapi usaha suami yang memproduksi alat irisan bawang, dan meski sempat terkendala pemasaran, ketekunan mereka menjadikan usaha mandiri ini sumber penghidupan yang menguatkan keluarga di Desa Sukorejo. Harga kain perca yaitu sekitar Rp7.000 per buah, sedangkan pesanan karakter khusus dibanderol Rp15.000. Sedangkan harga alat irisan bawang sekitar Rp15.000 per buah.




Kerajinan Bunga Stocking
Kerajinan bunga stoking Puput Istanti berkembang dari hobi berkarya di rumah menjadi produk dekorasi bernilai estetika tinggi, dibuat dengan teknik melilit kain stoking pada rangka besi hingga menyerupai bunga realistis. Tersedia dalam berbagai ukuran dan harga, produk ini telah diminati pembeli hingga luar daerah bahkan mancanegara, dengan dukungan BUMDes yang membantu mengembangkan potensi kerajinan warga Desa Sukorejo.



Kerajinan Baju
UMKM Desa Sukorejo yang dijalankan Endry Wahyuni sejak 2020 bergerak di bidang jasa jahit baju pesanan, berbekal pendidikan SMK Tata Busana dan keterampilan yang ditekuni secara konsisten. Ia melayani berbagai model busana dengan pengerjaan yang teliti agar hasilnya rapi dan nyaman dikenakan. Melalui promosi di TikTok, jangkauan usahanya meluas hingga ke luar Pulau Jawa. Tarif yang ditawarkan sekitar Rp500.000 untuk paket lengkap dengan kain dan Rp300.000 untuk jasa jahit saja, menjadikan usahanya contoh UMKM lokal yang berkembang berkat kreativitas dan pemanfaatan teknologi digital.


Kontak
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut
Telepon
Kritik dan Saran