
Sejarah Desa
Desa Sukorejo terbentuk pada abad ke-19 setelah kawasan hutan Ngaluwen dibuka sekitar 1870-an oleh Cokro Sentono, keturunan Ki Ageng Derpoyudo, sebagai upaya pengamanan wilayah timur Kasunanan Surakarta; setelah permukiman berkembang dengan hadirnya sekitar 15 rumah, wilayah ini kemudian dikenal sebagai Sukorejo, yang bermakna “kegembiraan atas tumbuhnya keramaian,” dengan makam Cokro Sentono berada di Gunung Renjeng (Gunung Nggrenjengan). Seiring waktu, desa ini beradaptasi dengan perubahan sosial-ekonomi melalui pengembangan potensi pertanian, alam, dan kearifan lokal hingga lahir Desa Wisata Deworejo, yang dibangun bertahap lewat peran pemerintah desa, dukungan masyarakat, kelompok tani, pelaku UMKM, serta pendampingan berbagai pihak dengan tetap menjaga nilai sejarah, gotong royong, dan keberlanjutan lingkungan.


Kontak
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut
Telepon
Kritik dan Saran