
Wisata Budaya
Pagelaran Congyang di Desa Sukorejo merupakan kesenian unik hasil perpaduan wayang kulit Jawa dengan musik keroncong, sehingga pertunjukan terasa lebih segar, interaktif, dan mudah dinikmati berbagai usia. Meski lakon tetap mengikuti pakem tradisional, iringan keroncong memberi nuansa berbeda, menjadikan Congyang sebagai ikon budaya desa yang kerap ditampilkan dalam festival atau perayaan tertentu sebagai hiburan sekaligus upaya pelestarian tradisi dengan sentuhan inovatif.


Pagelaran Congyang



Pagelaran Punokawan
Pertunjukan Punakawan di Desa Sukorejo menampilkan wayang orang dengan tokoh Semar, Gareng, Petruk, Bagong, serta Sengkuni dan Limbuk, yang menyampaikan pesan moral melalui humor dan interaksi langsung dengan penonton. Aksi para pemain yang ekspresif membuat pertunjukan terasa hidup dan dekat dengan masyarakat, kerap digelar pada momen perayaan seperti 17-an, sekaligus menjadi hiburan dan sarana edukasi budaya bagi warga, anak-anak, pelajar, serta wisatawan.

Karawitan
Karawitan di Desa Sukorejo merupakan wujud hidupnya musik tradisional Jawa yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat, dengan alunan gamelan yang mengiringi acara adat, festival desa, dan pertunjukan budaya, menghadirkan suasana sakral sekaligus hangat. Keterlibatan komunitas Muslim NU, termasuk peran aktif perempuan sebagai penabuh dan sinden, menunjukkan semangat kebersamaan dan dedikasi warga dalam menjaga warisan budaya, sehingga wisatawan tidak hanya menikmati pertunjukan musik, tetapi juga merasakan nilai-nilai tradisi yang masih terpelihara.



Acong
Acong merupakan musik akustik keroncong yang menjadi identitas budaya Desa Sukorejo, Sragen, berakar dari perkembangan keroncong di Indonesia sejak abad ke-16 dengan pengaruh musik Portugis dan ciri khas bunyi petik “crong-crong”. Di Sukorejo, Acong dimainkan oleh kelompok musik lokal untuk mengiringi acara desa, pertunjukan budaya, dan kegiatan wisata, menghadirkan suasana hangat yang mudah dinikmati berbagai kalangan sekaligus menjadi wujud pelestarian seni tradisi yang memperkuat daya tarik desa wisata berbasis budaya.


Kontak
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut
Telepon
Kritik dan Saran