Wisata Alam

Edufarm Desa Sukorejo merupakan wisata edukasi yang menghadirkan pengalaman langsung tentang pertanian dan peternakan desa, seperti menanam kangkung hidroponik, budidaya padi dan beras organik, serta peternakan ayam dan ikan lele. Dengan suasana pedesaan yang asri, tempat ini cocok untuk keluarga, pelajar, maupun rombongan karena menggabungkan praktik lapangan dan pembelajaran tentang pertanian berkelanjutan serta ketahanan pangan. Edufarm menerapkan sistem integrasi antar sektor untuk menekan biaya tenaga kerja, seperti pemanfaatan air kolam ikan yang bercampur kotoran sebagai pupuk dan pengairan sawah, penggunaan teknologi sprinkler, hingga konsep zero waste yang menghubungkan ternak, sawah, dan perikanan dalam satu siklus berkelanjutan. Ikon utamanya adalah padi organik, yang berawal dari kebiasaan petani memanfaatkan rumput sawah untuk pakan ternak dan kotorannya sebagai pupuk alami, dan kini direncanakan terus dikembangkan ke area tubing serta potensi wisata lainnya.

Edufarm

Kebun Bunga Chrisan

Kebun Bunga Krisan di Desa Sukorejo menghadirkan suasana wisata yang tenang dan menyegarkan mata. Deretan bunga krisan yang tumbuh rapi di dalam greenhouse memperlihatkan warna-warna cerah yang memanjakan pengunjung sekaligus mencerminkan ketekunan para petani lokal dalam membudidayakannya. Wisata ini tidak hanya cocok untuk menikmati keindahan bunga dan berfoto, tetapi juga memberi pengalaman mengenal proses budidaya tanaman hias secara langsung. Kehadiran kebun bunga krisan menjadi bukti bahwa sektor pertanian desa mampu berkembang menjadi daya tarik wisata yang bernilai edukatif dan estetis.

a bunch of fruit hanging from a tree

Kawasan Sentra Durian Sukorejo

Desa Sukorejo mengembangkan potensi agrowisata durian sebagai bagian dari Desa Wisata Deworejo, dengan memanfaatkan kepemilikan pohon durian lokal yang telah lama dimiliki warga di kebun dan pekarangan sebagai fondasi terbentuknya kawasan sentra durian.

Di Desa Sukorejo terdapat lebih dari 1.200 pohon durian yang tumbuh subur di sekitar pekarangan rumah warga maupun di area kebun milik masyarakat. Keberadaan pohon-pohon durian ini menjadi salah satu potensi unggulan desa karena hampir setiap sudut permukiman dihiasi oleh tanaman buah yang bernilai ekonomi tinggi. Saat musim panen tiba, suasana desa terasa semakin hidup dengan aktivitas warga yang memanen, mengumpulkan, hingga menjual hasil durian kepada pembeli dari dalam maupun luar daerah.Melimpahnya pohon durian tersebut tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas Desa Sukorejo sebagai desa agraris yang produktif. Banyak warga memanfaatkan hasil panen untuk konsumsi pribadi, dijual secara langsung, maupun diolah menjadi berbagai produk turunan. Potensi ini juga dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata musiman, di mana pengunjung dapat menikmati pengalaman memetik dan mencicipi durian langsung dari kebunnya.

Pengembangan ini didukung pemerintah desa melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk CSR Holding Danareksa, yang sejak 2022 menyalurkan ribuan bibit durian unggul seperti Montong, Bawor, dan Musang King. Program tersebut juga melibatkan pendampingan dari perguruan tinggi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam budidaya dan pengolahan hasil durian, serta penanaman sekitar 1.000 pohon tambahan guna memperluas kawasan hingga puluhan hektar.

Melalui upaya tersebut, sentra durian tidak hanya berfungsi sebagai area produksi, tetapi juga berkembang menjadi agrowisata edukatif yang mendukung pertanian berkelanjutan, penguatan ekonomi lokal, dan pengalaman wisata yang menarik bagi pengunjung.